Jumat, 18 Maret 2011

pelataran tanah terasing (prolog)





aku disini sesak , melawan pekat kota .. dengan ke egoisan nya yang menjemukan !!


aku selalu merindukan udara jernih, langit sedang, atau bulir - bulir embun yang menyapa. 
angin tipis pagi yang ranum menyisir rambut, 
menembang bayang - bayang sang fajar di pelataran tanah terasing ......



(diam-diam kulamatkan asaku . inginku mati kelak dalam rengkuhmu , berselimut kabutmu , terkubur dalam tanahmu ......)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar