Senin, 21 Maret 2011

malam 2#

aku kehilangan kata detik ini, dari beberapa rimbun embun yang kupetik pada sepertiga malam hampir luruh nan ranum. angin pekat membelot atas cahaya lampu kamar. ia lebih pasrah pada tanah yang menjadikannya berarti. sebagian pada beberapa pejalan merindu sejuk dingin pada seberarti makna yang terkandung dari malam. rindu-rindu yang tertitipkan pada setiap bulir hujan yang turun takluk pada tempat melarung mengurung penat lelah, mengapungkan tiap kebersahajaan kenangan.

di atas meja kayu berserakan cabikan tulisan - tulisan usang yang pernah kususun namun tak pernah terbaca. tak sempat terbuka, mungkin juga enggan diterima. atau karena karena aku terlanjur menjelma jadi kata. tak akan mampu tiap retas malam merenggut paksa, meski terabai dalam sisa - sisa abu. seperti cuaca malam ini yang sedang bersekongkol dengan perasaan ku sekarang. mata - mata asing memandang dari berbagai sudut, tak pernah terucap kata apalagi tegur sapa. apakah Kita memang tak pernah mengenal sebelumnya ?. temui hitam hidupku yang sepaham menapaki dunia yang ranggas dimakan cerca para pendulang kesunyian. mengahadirkan serupa bayang yang enggan enyah, tak juga renyah.



ahh.. suasana ini tetap sama tak akan ada yang berubah. hingga setiap menit ada sesuatu yang bisa melonggarkan sedikit rongga yang menyesakkan tatkala asap nikotin menyiram segar kerongkongan. ada rasa yang tergantikan, walau aku tak tahu itu apa. tapi ada yang tergantikan!. diriku akan menemani di sisa waktu. rasakan semua ini dengan pelan, saat waktu tiba aku akan mengiringi dan meninggalkan, atau mungkin ditinggalkan ?

hh..hh . . .kunikmati saja keletihanku, untuk setiap asa yang menetes.
satu ...
persatu .
pelan dan pelan ..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar